Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gubernur Sumut Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jembatan di Nias Barat Tahun Ini

10 Maret 2025 Last Updated 2025-03-10T16:59:24Z

Foto: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau jembatan ambruk di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat

NIAS BARAT, gianTnusantaranews.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau jembatan ambruk di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, yang hancur akibat luapan sungai empat hari lalu. 


Dalam kunjungan tersebut, Bobby menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini akan direalisasikan tahun ini.


Usai meninjau lokasi, Bobby menggelar rapat bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bupati Nias Barat, Ellyunus Waruwu. 


Dalam rapat itu, Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, memaparkan rencana pembangunan jembatan serta jumlah anggaran yang dibutuhkan.


"Kita pastikan pembangunan jembatan ini dilakukan tahun ini. Insya Allah, segera dimulai dalam beberapa bulan ke depan," ujar Bobby Nasution, Minggu (9/3/2025) malam.


Pembangunan jembatan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 9-10 bulan. Bobby juga mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut dibahas beberapa opsi jalan alternatif untuk sementara waktu.


"Tadi kami sudah berdiskusi mengenai jalur alternatif yang bisa digunakan masyarakat. Beberapa opsi telah dipertimbangkan dan akan segera ditentukan mana yang paling tepat," jelasnya.


Jembatan yang akan dibangun ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp40 miliar. Selain itu, Pemprov Sumut juga berencana memperbaiki jalan dari Simpang Miga hingga Sirombu yang melewati jembatan tersebut, dengan total panjang sekitar 60 kilometer dan anggaran sebesar Rp350 miliar.


Bupati Nias Barat, Ellyunus Waruwu, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil oleh Gubernur Sumut. Ia juga menegaskan bahwa jembatan yang ambruk ini merupakan akses utama masyarakat Nias Barat.


"Jembatan ini sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa. Putusnya jembatan ini berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari, terutama dalam pengangkutan kebutuhan pokok, akses pendidikan, serta pelayanan kesehatan," ungkap Ellyunus.


Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sekitar 97 desa dari total 105 desa di wilayah Nias Barat terdampak akibat terputusnya jembatan.


"Wilayah Nias Barat terdiri dari 8 kecamatan dan 105 desa dengan jumlah penduduk sekitar 97.257 jiwa. Dengan putusnya jembatan ini, sebanyak 97 desa dari 7 kecamatan terdampak langsung," tambahnya.


Saat ini terdapat dua jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat, namun jalur tersebut memperpanjang waktu tempuh hingga 1,5 sampai 2 jam lebih dibandingkan jalur normal. 


Bupati Nias Barat juga mengusulkan jalur alternatif lain yang lebih dekat, namun masih memerlukan perbaikan sekitar 4 kilometer. Bobby Nasution pun berjanji akan mengevaluasi opsi tersebut sebelum mengambil keputusan.


Dengan kepastian pembangunan jembatan ini, diharapkan masyarakat Nias Barat segera mendapatkan kembali akses yang lebih baik guna menunjang aktivitas sehari-hari dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.





(gpt/gianTnusantaranews.com) 

×
Berita Terbaru Update