Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PKK Harus Selaras dengan Visi Pemerintah: Bobby Nasution Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi Program

13 Maret 2025 Last Updated 2025-03-13T16:55:17Z

Foto: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) harus memahami dan menyelaraskan program kerja mereka dengan visi dan misi pemerinta, dalam acara Pelantikan Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sumut Periode 2025-2030, yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30 Medan. 

MEDAN, gianTnusantaranews.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) harus memahami dan menyelaraskan program kerja mereka dengan visi dan misi pemerintah di semua tingkatan, mulai dari presiden hingga kepala daerah. 


Hal ini agar program PKK dapat berjalan lebih fokus, sejalan dengan kebijakan pemerintah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution dalam acara Pelantikan Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sumut Periode 2025-2030, yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (13/3/2025).


Dalam sambutannya, Bobby mengingatkan bahwa PKK adalah organisasi yang sangat besar dengan jangkauan luas hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Ia pun mengutip pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat retret dan pelantikan PKK pada 20 Februari lalu.


“PKK ini adalah organisasi yang lebih besar dari banyak institusi, termasuk Polri. Karena itu, organisasi ini diharapkan dapat menghasilkan kerja besar yang hasilnya maksimal,” ujar Bobby.


Ia menekankan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, setiap program yang dijalankan harus berbasis data dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.


Bobby juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap program PKK. Menurutnya, kepala daerah dan dinas terkait harus bersinergi untuk memastikan keberhasilan program-program yang dijalankan oleh PKK, baik dalam bentuk dukungan anggaran maupun sumber daya lainnya.


“PKK tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, harus memberikan dukungan penuh. Mau tidak mau, suka tidak suka, dinas-dinas terkait harus mendukung baik dalam bentuk kegiatan maupun penganggaran,” tegas Bobby.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa salah satu alasan PKK selalu melekat dengan pendamping kepala daerah adalah agar koordinasi dan komunikasi dapat berjalan lebih intensif tanpa batasan waktu. Dengan begitu, program-program PKK dapat dirancang dan dijalankan secara lebih efektif.


Selain dukungan dari pemerintah daerah, Bobby juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, seperti BUMN, BUMD, sektor swasta, dan organisasi mitra kerja lainnya. Menurutnya, dengan menggandeng berbagai pihak, program PKK bisa lebih luas jangkauannya dan memiliki dampak yang lebih besar.


“Program PKK harus berjalan dengan dukungan penuh dari stakeholder terkait, baik itu pemerintah daerah, swasta, BUMN, BUMD, maupun organisasi mitra. Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa program yang kita jalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Sumut, Kahiyang Ayu, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada 32 Ketua TP PKK kabupaten/kota yang baru dilantik. Ia juga menyampaikan harapannya agar PKK di Sumut dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


“Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik untuk melaksanakan semua kegiatan dalam mendukung pembangunan Sumut dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kahiyang.


Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam menjalankan program PKK. Salah satu fokusnya adalah mendorong para pengrajin dan pelaku industri kreatif di Sumut agar dapat memasarkan produk mereka, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga hingga ke pasar internasional.


“Kita harus bisa menggali potensi yang ada di daerah kita masing-masing. Saya ingin melihat lebih banyak produk kerajinan dan wastra Sumut yang ikut serta dalam pameran nasional maupun internasional,” tambahnya.


Dalam acara pelantikan tersebut, Kahiyang Ayu secara resmi melantik dan menyematkan pin kepada para Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Sumut untuk periode 2025-2030.


Turut hadir dalam acara ini 32 kepala daerah, baik bupati maupun wali kota se-Sumut, Wakil Gubernur Sumut Surya beserta istrinya Titiek Sugiharti, Pj Sekretaris Daerah Sumut M Armand Effendy Pohan beserta istri Yulia Effendy Pohan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumut, serta kader PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Posyandu dari seluruh Sumatera Utara.


Dengan pelantikan ini, diharapkan PKK Sumut semakin solid dan mampu menjalankan berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah provinsi.





(gpt/gianTnusantaranews.com) 

×
Berita Terbaru Update